Remote server adalah teknologi yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah server secara jarak jauh (remote). Remote server merupakan solusi bagi pengguna untuk bisa memperoleh akses ke server maupun layanan lainnya dari jaringan lokal (LAN), meskipun berada di lokasi yang berjauhan dengan pusat server.
Fungsi Remote Server
Setelah memahami konsep remote server atau remote login, berikut adalah fungsi utamanya:
Mengendalikan komputer lain
Memungkinkan pengguna mengakses dan mengoperasikan perangkat lunak di komputer remote tanpa harus datang langsung ke lokasi fisiknya.
Mematikan komputer dari jarak jauh
Sangat berguna di lingkungan seperti warnet atau lab komputer, di mana administrator dapat mematikan banyak komputer client sekaligus dari satu titik kendali.
Menghidupkan komputer
Dengan dukungan teknologi seperti Wake-on-LAN (WoL), komputer dapat dinyalakan dari jarak jauh melalui perintah dari server.
Mengawasi dan mengontrol komputer lain
Digunakan untuk pemantauan aktivitas, keamanan, atau bantuan teknis.
Perbaikan atau maintenance jarak jauh
Teknisi dapat melakukan troubleshooting, pembaruan sistem, atau konfigurasi tanpa harus hadir secara fisik.
Memodifikasi setting registry atau konfigurasi sistem
Administrator dapat mengubah pengaturan sistem penting dari jarak jauh untuk efisiensi manajemen.
Contoh Aplikasi Remote Server
Beberapa aplikasi yang umum digunakan untuk akses remote antara lain:
Windows Remote Desktop – fitur bawaan Windows untuk akses GUI jarak jauh.
TeamViewer – aplikasi pihak ketiga yang populer untuk remote desktop lintas platform.
AnyDesk / UltraVNC / Chrome Remote Desktop – solusi remote lainnya berbasis GUI.
Telnet Server – protokol berbasis teks lama (tidak aman).
SSH Server – protokol standar industri untuk akses remote yang aman.
📌 Fokus Materi: Pada modul ini, kita hanya akan membahas SSH dan Telnet sebagai layanan remote berbasis command-line, karena keduanya merupakan fondasi penting dalam administrasi server Linux/Unix.
SSH dan Telnet
SSH (Secure Shell) adalah protokol jaringan yang memungkinkan komunikasi aman antara klien dan server melalui saluran terenkripsi. Digunakan untuk remote login, manajemen sistem, dan transfer file.
Telnet adalah protokol lama untuk akses remote, namun tidak aman karena mengirim data (termasuk password) dalam bentuk plain text.
💡 Rekomendasi: Gunakan SSH, hindari Telnet di lingkungan produksi.
Instalasi SSH & Telnet
Di Ubuntu/Debian:
Update sistem:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y
Instal OpenSSH Server:
sudo apt install openssh-server -y
(Opsional) Instal Telnet Server (tidak disarankan):
sudo apt install telnetd -y
Verifikasi status SSH:
sudo systemctl status ssh
Konfigurasi Dasar SSH
Edit file konfigurasi:
sudo nano /etc/ssh/sshd_config
Beberapa pengaturan penting:
Port 22 → ubah ke port lain (misal 2222) untuk keamanan
PermitRootLogin no → nonaktifkan login root
PasswordAuthentication yes → aktifkan jika pakai password
Restart layanan setelah perubahan:
sudo systemctl restart ssh
Pengujian Remote Server dengan PuTTY
Untuk pengujian SSH dan Telnet, gunakan PuTTY (aplikasi klien remote populer di Windows).
Langkah Pengujian SSH:
Buka PuTTY di komputer klien
Masukkan IP Address server (misal: 192.168.1.100)
Pastikan Connection type dipilih: SSH
Klik tombol Open
Login dengan username dan password server
Langkah Pengujian Telnet (jika diaktifkan):
Buka PuTTY
Masukkan IP server
Pilih Connection type: Telnet
Klik Open
⚠️ Peringatan: Data (termasuk password) dikirim tanpa enkripsi!
File server adalah sebuah komputer server yang terpasang ke jaringan, bertujuan utama menyediakan lokasi untuk berbagi akses disk (penyimpanan). File server memungkinkan workstation (client) dalam jaringan untuk mengakses berbagai jenis file seperti dokumen, file suara, foto, video/film, gambar, database, dan lainnya.
Macam-Macam File Server
Samba
Protokol file sharing yang dirancang untuk bersaing dengan protokol Novell’s IPX-Based. Samba mendukung multi-protocol: TCP/IP, NetBEUI, IPX-SPX. Dengan Samba, server Linux/UNIX dapat menggantikan posisi server Novell tanpa perlu mengubah infrastruktur jaringan.
FTP Server
File Transfer Protocol (FTP) adalah protokol yang digunakan untuk pertukaran file dalam jaringan menggunakan koneksi TCP. Terdiri dari dua komponen:
FTP Server: Menjalankan layanan yang siap melayani permintaan file dari client.
FTP Client: Komputer yang meminta koneksi ke server untuk download, upload, rename, atau delete file sesuai izin.
Fungsi File Server
File server menyediakan ruang penyimpanan terpusat yang dapat diakses oleh banyak client. Bisa berupa komputer biasa atau sistem khusus seperti NAS (Network Attached Storage), yang berfungsi sebagai hard drive remote bagi komputer lain dalam jaringan.
Manfaat File Server
Menyediakan ruang penyimpanan terpusat untuk data penting.
Berperan sebagai repository atau cadangan data perusahaan.
Menyediakan tempat penyimpanan untuk streaming media.
Memberikan keamanan tambahan melalui kontrol hak akses.
Implementasi File Server
File server banyak digunakan di berbagai bidang:
Bidang Industri: Pusat sharing file desain produk, blueprint, atau dokumen teknis.
Bidang Perkantoran: Mengatur lalu lintas file antar departemen sesuai hak akses.
Bidang Pustaka/Digital Library: Menyediakan direktori file yang bisa dilihat atau diunduh pengguna.
Aplikasi File Server: Samba
Samba Server adalah program open-source yang dikembangkan untuk sistem operasi Linux/UNIX, bertugas menjembatani komunikasi antara mesin Windows dan Linux dalam satu jaringan. Samba menggunakan protokol SMB (Server Message Block) yang juga digunakan oleh Windows.
Fungsi Samba Server
Sharing file dan printer antar platform Windows-Linux.
Mengelola domain (PDC - Primary Domain Controller) seperti Windows NT.
Sebagai gateway, firewall, DNS, DHCP, web server, mail server, proxy, dll.
Menyediakan fasilitas remote access (SSH, Telnet).
Dilengkapi aplikasi konfigurasi grafis: SWAT.
Port yang Digunakan Samba
Samba bekerja dengan protokol SMB over TCP. Berikut port penting yang digunakan:
Service
Port
Protocol
End Point Mapper (DCE/RPC Locator Service)
135
tcp
NetBIOS Name Service
137
udp
NetBIOS Datagram
138
udp
NetBIOS Session
139
tcp
SMB over TCP
445
tcp
Daemon Inti Samba
Samba memiliki dua daemon utama yang berjalan di latar belakang:
SMDB (Samba Daemon)
Menangani layanan sharing file dan printer. Saat client autentikasi, SMDB membuat duplikat dirinya — versi asli tetap menunggu permintaan baru di port 139, sementara duplikat melayani koneksi client.
NMBD (NetBIOS Daemon)
Bertanggung jawab atas pencarian nama server (NetBIOS name service), membantu client melakukan browsing jaringan. Berjalan di port 137.
📌 Catatan: CasaOS secara otomatis menginstal Samba dan mergerfs untuk memudahkan sharing file dalam jaringan lokal (LAN).
Manajemen Izin Akses File (Permission)
Dalam sistem Linux/UNIX, setiap file dan folder memiliki izin akses yang mengatur siapa saja yang boleh membaca, menulis, atau mengeksekusi. Dua perintah penting untuk mengelola izin ini adalah chown dan chmod.
1. chown – Mengubah Pemilik File/Folder
chown (change owner) digunakan untuk mengubah pemilik dan grup dari sebuah file atau direktori.
sudo chown [opsi] [pemilik]:[grup] [nama_file]
Contoh:
sudo chown legiyanto:users shared_folder/ → ubah pemilik ke legiyanto, grup ke users
chmod (change mode) digunakan untuk mengatur hak akses (read, write, execute) bagi pemilik (user), grup (group), dan lainnya (other).
A. Simbol Permission
r = Read (membaca)
w = Write (menulis/mengubah)
x = Execute (mengeksekusi/file program)
B. Kombinasi Permission dengan Angka (Numeric Mode)
Setiap permission memiliki nilai numerik:
r = 4
w = 2
x = 1
Izin diberikan per tiga kelompok: User, Group, Other. Jumlahkan nilai untuk mendapatkan angka izin.
Permission (mode)
Number
Keterangan
rwx
7 (4+2+1)
Read + Write + Execute
rw-
6 (4+2)
Read + Write
r-x
5 (4+1)
Read + Execute
r--
4
Read only
-wx
3 (2+1)
Write + Execute
--x
1
Execute only
---
0
Tidak ada izin
C. Contoh Penggunaan chmod
sudo chmod 755 nama_folder
Artinya:
User (pemilik): rwx = 7 → baca, tulis, eksekusi
Group: r-x = 5 → baca, eksekusi
Other: r-x = 5 → baca, eksekusi
📌 Tips Praktis: Untuk folder sharing di Samba, sering digunakan izin 775 (untuk folder) dan 664 (untuk file) agar semua user di grup bisa membaca dan menulis.
Teori File Server dengan CasaOS
CasaOS adalah sistem operasi rumahan berbasis Linux yang menyediakan antarmuka web untuk mengelola file, aplikasi, dan layanan seperti NAS (Network Attached Storage).
Fitur utama: manajemen file, backup otomatis, Docker apps, dan akses remote via web.
Instalasi CasaOS
Pastikan sistem Linux (Ubuntu/Debian) sudah terinstal dan terhubung ke internet. CasaOS memerlukan Docker, jadi kita akan menginstal Docker terlebih dahulu dari repositori resmi Docker.