Remote & File Server

Administrasi Sistem Jaringan Kelas 11

Teori Remote Server

Remote server adalah teknologi yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah server secara jarak jauh (remote). Remote server merupakan solusi bagi pengguna untuk bisa memperoleh akses ke server maupun layanan lainnya dari jaringan lokal (LAN), meskipun berada di lokasi yang berjauhan dengan pusat server.

Fungsi Remote Server

Setelah memahami konsep remote server atau remote login, berikut adalah fungsi utamanya:

  1. Mengendalikan komputer lain
    Memungkinkan pengguna mengakses dan mengoperasikan perangkat lunak di komputer remote tanpa harus datang langsung ke lokasi fisiknya.
  2. Mematikan komputer dari jarak jauh
    Sangat berguna di lingkungan seperti warnet atau lab komputer, di mana administrator dapat mematikan banyak komputer client sekaligus dari satu titik kendali.
  3. Menghidupkan komputer
    Dengan dukungan teknologi seperti Wake-on-LAN (WoL), komputer dapat dinyalakan dari jarak jauh melalui perintah dari server.
  4. Mengawasi dan mengontrol komputer lain
    Digunakan untuk pemantauan aktivitas, keamanan, atau bantuan teknis.
  5. Perbaikan atau maintenance jarak jauh
    Teknisi dapat melakukan troubleshooting, pembaruan sistem, atau konfigurasi tanpa harus hadir secara fisik.
  6. Memodifikasi setting registry atau konfigurasi sistem
    Administrator dapat mengubah pengaturan sistem penting dari jarak jauh untuk efisiensi manajemen.

Contoh Aplikasi Remote Server

Beberapa aplikasi yang umum digunakan untuk akses remote antara lain:

  • Windows Remote Desktop – fitur bawaan Windows untuk akses GUI jarak jauh.
  • TeamViewer – aplikasi pihak ketiga yang populer untuk remote desktop lintas platform.
  • AnyDesk / UltraVNC / Chrome Remote Desktop – solusi remote lainnya berbasis GUI.
  • Telnet Server – protokol berbasis teks lama (tidak aman).
  • SSH Server – protokol standar industri untuk akses remote yang aman.
📌 Fokus Materi: Pada modul ini, kita hanya akan membahas SSH dan Telnet sebagai layanan remote berbasis command-line, karena keduanya merupakan fondasi penting dalam administrasi server Linux/Unix.

SSH dan Telnet

SSH (Secure Shell) adalah protokol jaringan yang memungkinkan komunikasi aman antara klien dan server melalui saluran terenkripsi. Digunakan untuk remote login, manajemen sistem, dan transfer file.

Telnet adalah protokol lama untuk akses remote, namun tidak aman karena mengirim data (termasuk password) dalam bentuk plain text.

💡 Rekomendasi: Gunakan SSH, hindari Telnet di lingkungan produksi.

Instalasi SSH & Telnet

Di Ubuntu/Debian:

  • Update sistem:
    sudo apt update && sudo apt upgrade -y
  • Instal OpenSSH Server:
    sudo apt install openssh-server -y
  • (Opsional) Instal Telnet Server (tidak disarankan):
    sudo apt install telnetd -y
  • Verifikasi status SSH:
    sudo systemctl status ssh

Konfigurasi Dasar SSH

Edit file konfigurasi:

sudo nano /etc/ssh/sshd_config

Beberapa pengaturan penting:

  • Port 22 → ubah ke port lain (misal 2222) untuk keamanan
  • PermitRootLogin no → nonaktifkan login root
  • PasswordAuthentication yes → aktifkan jika pakai password

Restart layanan setelah perubahan:

sudo systemctl restart ssh

Pengujian Remote Server dengan PuTTY

Untuk pengujian SSH dan Telnet, gunakan PuTTY (aplikasi klien remote populer di Windows).

Langkah Pengujian SSH:

  1. Buka PuTTY di komputer klien
  2. Masukkan IP Address server (misal: 192.168.1.100)
  3. Pastikan Connection type dipilih: SSH
  4. Klik tombol Open
  5. Login dengan username dan password server

Langkah Pengujian Telnet (jika diaktifkan):

  1. Buka PuTTY
  2. Masukkan IP server
  3. Pilih Connection type: Telnet
  4. Klik Open
  5. ⚠️ Peringatan: Data (termasuk password) dikirim tanpa enkripsi!

Unduh PuTTY jika belum punya:

Download PuTTY

Teori File Server

File server adalah sebuah komputer server yang terpasang ke jaringan, bertujuan utama menyediakan lokasi untuk berbagi akses disk (penyimpanan). File server memungkinkan workstation (client) dalam jaringan untuk mengakses berbagai jenis file seperti dokumen, file suara, foto, video/film, gambar, database, dan lainnya.

Macam-Macam File Server

  1. Samba
    Protokol file sharing yang dirancang untuk bersaing dengan protokol Novell’s IPX-Based. Samba mendukung multi-protocol: TCP/IP, NetBEUI, IPX-SPX. Dengan Samba, server Linux/UNIX dapat menggantikan posisi server Novell tanpa perlu mengubah infrastruktur jaringan.
  2. FTP Server
    File Transfer Protocol (FTP) adalah protokol yang digunakan untuk pertukaran file dalam jaringan menggunakan koneksi TCP. Terdiri dari dua komponen:
    • FTP Server: Menjalankan layanan yang siap melayani permintaan file dari client.
    • FTP Client: Komputer yang meminta koneksi ke server untuk download, upload, rename, atau delete file sesuai izin.

Fungsi File Server

File server menyediakan ruang penyimpanan terpusat yang dapat diakses oleh banyak client. Bisa berupa komputer biasa atau sistem khusus seperti NAS (Network Attached Storage), yang berfungsi sebagai hard drive remote bagi komputer lain dalam jaringan.

Manfaat File Server

  • Menyediakan ruang penyimpanan terpusat untuk data penting.
  • Berperan sebagai repository atau cadangan data perusahaan.
  • Menyediakan tempat penyimpanan untuk streaming media.
  • Memberikan keamanan tambahan melalui kontrol hak akses.

Implementasi File Server

File server banyak digunakan di berbagai bidang:

  • Bidang Industri: Pusat sharing file desain produk, blueprint, atau dokumen teknis.
  • Bidang Perkantoran: Mengatur lalu lintas file antar departemen sesuai hak akses.
  • Bidang Pustaka/Digital Library: Menyediakan direktori file yang bisa dilihat atau diunduh pengguna.

Aplikasi File Server: Samba

Samba Server adalah program open-source yang dikembangkan untuk sistem operasi Linux/UNIX, bertugas menjembatani komunikasi antara mesin Windows dan Linux dalam satu jaringan. Samba menggunakan protokol SMB (Server Message Block) yang juga digunakan oleh Windows.

Fungsi Samba Server

  • Sharing file dan printer antar platform Windows-Linux.
  • Mengelola domain (PDC - Primary Domain Controller) seperti Windows NT.
  • Sebagai gateway, firewall, DNS, DHCP, web server, mail server, proxy, dll.
  • Menyediakan fasilitas remote access (SSH, Telnet).
  • Dilengkapi aplikasi konfigurasi grafis: SWAT.

Port yang Digunakan Samba

Samba bekerja dengan protokol SMB over TCP. Berikut port penting yang digunakan:

Service Port Protocol
End Point Mapper (DCE/RPC Locator Service)135tcp
NetBIOS Name Service137udp
NetBIOS Datagram138udp
NetBIOS Session139tcp
SMB over TCP445tcp

Daemon Inti Samba

Samba memiliki dua daemon utama yang berjalan di latar belakang:

  1. SMDB (Samba Daemon)
    Menangani layanan sharing file dan printer. Saat client autentikasi, SMDB membuat duplikat dirinya — versi asli tetap menunggu permintaan baru di port 139, sementara duplikat melayani koneksi client.
  2. NMBD (NetBIOS Daemon)
    Bertanggung jawab atas pencarian nama server (NetBIOS name service), membantu client melakukan browsing jaringan. Berjalan di port 137.
📌 Catatan: CasaOS secara otomatis menginstal Samba dan mergerfs untuk memudahkan sharing file dalam jaringan lokal (LAN).

Manajemen Izin Akses File (Permission)

Dalam sistem Linux/UNIX, setiap file dan folder memiliki izin akses yang mengatur siapa saja yang boleh membaca, menulis, atau mengeksekusi. Dua perintah penting untuk mengelola izin ini adalah chown dan chmod.

1. chown – Mengubah Pemilik File/Folder

chown (change owner) digunakan untuk mengubah pemilik dan grup dari sebuah file atau direktori.

sudo chown [opsi] [pemilik]:[grup] [nama_file]

Contoh:

  • sudo chown legiyanto:users shared_folder/ → ubah pemilik ke legiyanto, grup ke users
  • sudo chown -R legiyanto:users /home/legiyanto/data → rekursif (semua file & subfolder di dalamnya)

2. chmod – Mengubah Izin Akses (Permission)

chmod (change mode) digunakan untuk mengatur hak akses (read, write, execute) bagi pemilik (user), grup (group), dan lainnya (other).

A. Simbol Permission

  • r = Read (membaca)
  • w = Write (menulis/mengubah)
  • x = Execute (mengeksekusi/file program)

B. Kombinasi Permission dengan Angka (Numeric Mode)

Setiap permission memiliki nilai numerik:

  • r = 4
  • w = 2
  • x = 1

Izin diberikan per tiga kelompok: User, Group, Other. Jumlahkan nilai untuk mendapatkan angka izin.

Permission (mode) Number Keterangan
rwx7 (4+2+1)Read + Write + Execute
rw-6 (4+2)Read + Write
r-x5 (4+1)Read + Execute
r--4Read only
-wx3 (2+1)Write + Execute
--x1Execute only
---0Tidak ada izin

C. Contoh Penggunaan chmod

sudo chmod 755 nama_folder

Artinya:

  • User (pemilik): rwx = 7 → baca, tulis, eksekusi
  • Group: r-x = 5 → baca, eksekusi
  • Other: r-x = 5 → baca, eksekusi
📌 Tips Praktis: Untuk folder sharing di Samba, sering digunakan izin 775 (untuk folder) dan 664 (untuk file) agar semua user di grup bisa membaca dan menulis.

Teori File Server dengan CasaOS

CasaOS adalah sistem operasi rumahan berbasis Linux yang menyediakan antarmuka web untuk mengelola file, aplikasi, dan layanan seperti NAS (Network Attached Storage).

Fitur utama: manajemen file, backup otomatis, Docker apps, dan akses remote via web.

Instalasi CasaOS

Pastikan sistem Linux (Ubuntu/Debian) sudah terinstal dan terhubung ke internet. CasaOS memerlukan Docker, jadi kita akan menginstal Docker terlebih dahulu dari repositori resmi Docker.

Langkah 1: Instal Docker dari Repositori Resmi

  • Perbarui daftar paket dan instal dependensi:
    sudo apt-get update
    sudo apt-get install ca-certificates curl -y
  • Buat direktori untuk kunci GPG dan tambahkan kunci resmi Docker:
    sudo install -m 0755 -d /etc/apt/keyrings
    sudo curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg -o /etc/apt/keyrings/docker.asc
    sudo chmod a+r /etc/apt/keyrings/docker.asc
  • Tambahkan repositori Docker ke daftar sumber APT:
    echo \
    "deb [arch=$(dpkg --print-architecture) signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.asc] https://download.docker.com/linux/ubuntu \
    $(. /etc/os-release && echo "${UBUNTU_CODENAME:-$VERSION_CODENAME}") stable" | \
    sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.list > /dev/null
  • Perbarui ulang daftar paket:
    sudo apt-get update
  • Instal Docker Engine:
    sudo apt-get install docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-buildx-plugin docker-compose-plugin -y

Langkah 2: Instal CasaOS

  • Unduh dan jalankan installer CasaOS:
    wget -qO- https://get.casaos.io/ | sudo bash
  • Tunggu proses instalasi selesai (~2–5 menit)
  • Setelah selesai, buka browser dan akses:
    http://[IP_SERVER]
  • Lengkapi setup awal (bahasa, akun admin, dll)
CasaOS secara otomatis menginstal Samba, mergerfs, dan layanan file sharing lainnya. Tidak perlu konfigurasi manual tambahan untuk fitur dasar.

Konfigurasi File Sharing

  1. Login ke antarmuka web CasaOS
  2. Klik menu Files → buat folder baru (misal: Shared)
  3. Klik titik tiga di folder → Share → aktifkan SMB/CIFS
  4. Atur izin pengguna (opsional)
  5. Folder kini bisa diakses via:
    \\[IP_SERVER]\Shared

Pengujian Berbasis Web

Buka browser di perangkat apa pun dalam jaringan yang sama:

http://192.168.1.100

Login dengan akun CasaOS Anda.


Ganti 192.168.1.100 dengan IP server Anda.