🎯 Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa mampu:
- Menjelaskan konsep sistem operasi dan fungsinya
- Membedakan sistem operasi open source dan closed source
- Menyiapkan lingkungan virtual dengan VirtualBox
- Melakukan instalasi Ubuntu 20.04 LTS dengan benar
- Melakukan konfigurasi dasar setelah instalasi
🖥️ Apa Itu Sistem Operasi?
Sistem operasi (OS) adalah perangkat lunak inti yang mengelola perangkat keras dan perangkat lunak komputer. Ia menjadi penghubung antara pengguna dan mesin.
🏗️ Fungsi Utama OS:
- Manajemen Proses: Mengatur eksekusi program dan alokasi CPU time
- Manajemen Memori: Mengontrol alokasi memori untuk aplikasi
- Manajemen File: Mengorganisir penyimpanan data dalam struktur direktori
- Antarmuka Pengguna: Menyediakan GUI (Graphical User Interface) atau CLI (Command Line Interface)
- Keamanan: Mengontrol akses ke sumber daya sistem
🔄 Jenis Sistem Operasi
🔒 1. Closed Source (Proprietary)
Kode program dirahasiakan. Hanya pemilik yang bisa mengubahnya. Harus bayar lisensi.
Contoh: Windows, macOS, iOS
Menggunakan software proprietary tanpa lisensi adalah pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi.
🔓 2. Open Source
Kode program terbuka untuk umum. Bisa dilihat, dimodifikasi, dan dibagikan. Umumnya gratis.
Contoh: Linux (Ubuntu, Debian), Android (sebagian), FreeBSD
Linux bukan nama OS, tapi nama kernel. Sistem operasinya disebut distribusi Linux, seperti Ubuntu, Fedora, atau Mint.
🔍 Perbandingan Open vs Closed Source
| Kriteria |
Closed Source |
Open Source |
| Hak Akses Kode |
Ditutup (proprietary) |
Terbuka (dapat diakses) |
| Biaya |
Berbayar (lisensi) |
Gratis (umumnya) |
| Kustomisasi |
Terbatas |
Tinggi (dapat dimodifikasi) |
| Keamanan |
Vendor-centric (perbaikan oleh vendor) |
Community-reviewed (transparan, banyak pengawas) |
| Dukungan |
Dukungan resmi dari vendor |
Komunitas dan dukungan profesional berbayar |
✅ Kelebihan Linux (Open Source)
- Gratis dan legal - Tidak perlu khawatir tentang lisensi
- Stabil & aman - Jarang crash dan kurang rentan terhadap virus
- Cocok untuk server dan pengembangan - 90% server internet menggunakan Linux
- Ringan - Bisa diinstal di komputer dengan spesifikasi rendah
- Kustomisasi tinggi - Dapat disesuaikan dengan kebutuhan
❌ Kekurangan Linux
- Kurva belajar lebih curam - Khususnya untuk pengguna baru
- Dukungan software tertentu terbatas - Misal: Adobe Creative Suite
- Kompatibilitas hardware kadang bermasalah - Driver khusus mungkin kurang
- Permainan (gaming) - Dukungan game AAA masih terbatas
🚀 Mengapa Harus Belajar Linux?
Linux adalah fondasi dari infrastruktur TI modern. Menguasai Linux membuka peluang karier di bidang:
- Administrasi Server - Web server, database server, file server
- Cloud Computing - AWS, Google Cloud, Azure banyak menggunakan Linux
- DevOps - Automation, containerization (Docker), orchestration (Kubernetes)
- Keamanan Siber - Tools keamanan banyak berbasis Linux
- Internet of Things (IoT) - Banyak perangkat IoT menggunakan Linux
📋 Persiapan Instalasi Ubuntu di VirtualBox
VirtualBox memungkinkan kamu menjalankan Ubuntu tanpa menghapus Windows. Aman dan mudah!
⏱️ Timeline Persiapan
4
Siapkan Virtual Machine
1Langkah 1: Unduh Oracle VirtualBox
- Buka browser dan kunjungi https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads
- Pilih versi yang sesuai dengan sistem operasi kamu (Windows, macOS, atau Linux)
- Klik pada link "Windows hosts" jika kamu menggunakan Windows
- Tunggu hingga unduhan selesai
Gambar 1: Halaman download VirtualBox
2Langkah 2: Unduh Ubuntu 20.04 LTS
- Kunjungi https://releases.ubuntu.com/20.04/
- Scroll ke bawah dan cari "Desktop images"
- Pilih ubuntu-20.04.X-desktop-amd64.iso (X adalah versi terbaru)
- Klik link untuk mulai mengunduh
Pilih versi LTS (Long Term Support) karena lebih stabil dan didukung hingga 5 tahun. Ukuran file sekitar 2.5-3GB.
Gambar 2: Halaman download Ubuntu 20.04 LTS
3Langkah 3: Instal VirtualBox
- Buka file installer VirtualBox yang telah diunduh
- Klik "Next" pada jendela welcome
- Atur lokasi instalasi (biarkan default jika tidak ada preferensi khusus)
- Pada jendela "Custom Setup", biarkan semua opsi tercentang dan klik "Next"
- Pada peringatan "Network Interfaces", klik "Yes" (ini akan sementara memutuskan koneksi jaringan)
- Klik "Install" dan tunggu proses instalasi selesai
- Setelah selesai, klik "Finish" untuk menjalankan VirtualBox
Pastikan kamu memiliki koneksi internet stabil dan ruang penyimpanan yang cukup (minimal 10GB free space).
Gambar 3: Proses instalasi VirtualBox
🛠️ Panduan Instalasi Ubuntu 20.04 di VirtualBox
Ikuti langkah-langkah berikut dengan seksama untuk menginstal Ubuntu di VirtualBox.
1Langkah 1: Buat Mesin Virtual Baru
- Buka VirtualBox, klik tombol New (atau tekan Ctrl+N)
- Isi nama: Ubuntu 20.04
- Folder: Biarkan default atau pilih lokasi dengan space yang cukup
- Type: Linux
- Version: Ubuntu (64-bit)
- Klik "Next"
Gambar 4: Membuat virtual machine baru
2Langkah 2: Alokasi Memori
- Atur ukuran memori (RAM): 2048 MB (2 GB) atau lebih jika komputer kamu memiliki RAM cukup
- Klik "Next"
Jangan mengalokasikan lebih dari 50% RAM fisik yang dimiliki komputer agar sistem host tidak lambat.
Gambar 5: Mengalokasikan memori untuk virtual machine
3Langkah 3: Buat Virtual Hard Disk
- Pilih Create a virtual hard disk now
- Klik "Create"
- Pilih tipe file: VDI (VirtualBox Disk Image)
- Pilih Dynamically allocated (lebih menghemat space)
- Atur ukuran: 25 GB (minimum disarankan)
- Klik "Create"
Disk dinamis hanya menggunakan ruang fisik sesuai kebutuhan, sementara fixed size langsung menggunakan semua space yang dialokasikan.
Gambar 6: Membuat virtual hard disk
4Langkah 4: Pasang ISO Ubuntu
- Pilih mesin Ubuntu yang baru dibuat > klik Settings (ikon roda gigi)
- Pilih tab Storage
- Di bawah "Controller: IDE", klik ikon CD bertuliskan "Empty"
- Di sebelah kanan, klik ikon CD dan pilih "Choose a disk file"
- Cari dan pilih file ISO Ubuntu yang telah diunduh
- Klik "OK"
Gambar 7: Memasang file ISO Ubuntu
5Langkah 5: Konfigurasi Tambahan (Opsional)
- Di Settings, pilih tab System > Processor
- Alokasikan 2 CPU atau lebih jika komputer kamu memiliki prosesor multi-core
- Pilih tab Display
- Alokasikan Video Memory ke 128 MB
- Aktifkan 3D Acceleration jika tersedia
- Klik "OK" untuk menyimpan pengaturan
Alokasi processor dan memory video yang lebih besar akan meningkatkan performa tampilan Ubuntu.
6Langkah 6: Mulai Instalasi Ubuntu
- Pilih mesin Ubuntu > klik Start (ikon panah hijau)
- Tunggu hingga boot dan muncul layar welcome Ubuntu
- Pilih bahasa: Indonesia atau English
- Klik Install Ubuntu
Gambar 8: Layar awal instalasi Ubuntu
7Langkah 7: Konfigurasi Keyboard
- Pilih tata letak keyboard: Indonesian atau English (US)
- Klik "Continue"
Kamu bisa menguji tata letak keyboard di textbox yang disediakan untuk memastikan pemilihan yang tepat.
8Langkah 8: Tipe Instalasi
- Pilih: Normal installation (rekomendasi)
- Centang: Download updates while installing Ubuntu
- Centang: Install third-party software for graphics and Wi-Fi hardware
- Klik "Continue"
Pilihan ini akan membuat Ubuntu lebih siap pakai dengan driver tambahan dan update terbaru.
9Langkah 9: Tipe Partisi
- Pilih: Erase disk and install Ubuntu
- Klik "Install Now"
- Konfirmasi: Klik "Continue" pada jendela peringatan (ini aman karena disk virtual)
Ini akan menghapus seluruh isi virtual hard disk. Tidak berpengaruh pada komputer asli.
10Langkah 10: Zona Waktu
- Pilih wilayah: Asia
- Pilih kota: Jakarta
- Klik "Continue"
11Langkah 11: Informasi Pengguna
- Nama Anda: Isi dengan nama kamu
- Nama komputer: Misal:
ubuntu-siswa
- Nama pengguna: Username untuk login
- Kata sandi: Buat yang mudah diingat tapi aman
- Konfirmasi kata sandi
- Klik "Continue"
Simpan informasi ini karena akan digunakan untuk login setiap kali membuka Ubuntu.
12Langkah 12: Tunggu Proses Instalasi
Tunggu hingga proses instalasi selesai. Ini memakan waktu 10-20 menit tergantung spesifikasi komputer.
Jangan menutup jendela VirtualBox selama proses berlangsung.
13Langkah 13: Restart
- Ketika muncul pesan "Installation Complete", klik Restart Now
- Tutup jendela VirtualBox secara manual jika tidak otomatis
- Buka kembali mesin Ubuntu (klik "Start")
- Ubuntu akan boot dari hard disk virtual
Setelah restart, pastikan ISO sudah tidak terpasang (jika diminta, tekan Enter untuk boot dari hard disk).
14Langkah 14: Login dan Eksplorasi
- Masukkan password yang telah kamu buat
- Setelah login, kamu akan melihat desktop Ubuntu
- Eksplorasi menu, aplikasi, dan terminal
🎉 Selamat! Kamu berhasil menginstal Ubuntu 20.04 di VirtualBox!
✍️ Kuis Reflektif (Esai)
Jawab dengan jujur dan mendalam. Gunakan pemahamanmu sendiri!
Terima kasih telah menjawab! Jawabanmu akan menjadi bahan refleksi pembelajaran. Kamu sudah siap untuk eksplorasi lebih jauh di dunia Linux!